Ip Nuts Blog

Blog Ip Nuts Teknologi dan Informasi

Direktur Utama Rumah Sakit Ummi Bogor, Jawa Barat didakwa karena telah menyebarkan berita bohong terkait tes swab yang dilakukan Rizieq Shihab. Dakwaan tersebut diberikan setelah terkuaknya fakta bahwa Rizieq pernah dinyatakan posiitf Covid 19. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkapkan Rizieq Shihab ternyata dirawat di Rumah Sakit Ummi lantaran infeksi paru paru yang disebabkan Covid 19.

Tak hanya Rizieq, istrinya Syarifah Fahlun Yahya, tenyata juga pernah dinyatakan positif Covid 19. Atas terungkapnya fakta tersebut, akhirnya Andi Tatat sebagai Dirut RS Ummi Bogor didakwa menyebar berita bohong soal data swab Rizieq. "Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan dengan menyiarkan berita atau pemberitaan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat," kata JPU, dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Rabu (17/3/2021).

Dilansir Kompas.com , Andi diketahui baru melaporkan Rizieq yang positif Covid 19 ke Dinas Kesehatan Kota Bogor setelah 22 hari. Padahal sudah seharusnya rumah sakit rujukan Covid 19 untuk segera melapor ke Dinas Kesehatan jika menemukan kasus baru positif Covid 19. Keterlambatan pelaporan tersebut dinilai bisa menghambat proses tracing yang berguna untuk memutus penyebaran Covid 19.

Diketahui sebelumnya, Andi telah memberikan pernyataan kepada media yang mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan Rizieq tak ada gejala Covid 19. Pernyataan Andi dinilai jaksa tidak sesuai hasil tes yang menunjukkan bahwa Rizieq positif Covid 19. Sejumlah video yang beredar itu dinilai mengakibatkan dua aksi unjuk rasa, baik penolakan terhadap Rizieq maupun protes kepada Satgas Covid 19 Kota Bogor.

Andi dinilai melanggar Pasal 14 Ayat (1) subsider Pasal 14 Ayat (2) lebih subsider Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHPidana. Sementara itu, dalam dakwaan kedua, Andi didakwa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah. Untuk itu, ia dinilai melanggar Pasal 14 Ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHPidana.

Terakhir, dalam dakwaan ketiga, ia didakwakan melanggar Pasal 216 Ayat 1 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP. Dikutip dari Rizieq Shihab melakukan sidang perdana atas kasus kerumunan pada Selasa (16/3/2021). Namun sidang tindak pidana kekarantinaan kesehatan tersebut akhirnya dinyatakan ditunda.

Perlu diketahui dalam sidang kali ni, Rizieq tidak mengikuti jalannya sidang secara langsung, melainkan secara virtual. Rizieq mengikuti jalannya sidang secara virtual dari rutan Bareskrim. Sidang perdana sendiri sempat terkendala masalah teknis sehingga sempat terhenti lama dan akhirnya ditunda.

Masalah yang terjadi yakni Rizieq mengaku tidak bisa mendengar secara jelas suara dari ruang sidang. Sebelumnya Mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) ini telah meminta sidangnya agar bisa digelar secara langsung. Ia juga telah berusaha juga untuk mengirim surat kepada Mahkamah Agung, Komisi Yudisial hingga majelis hakim agar memperbolehkan sidangnya digelar secara langsung.

Sidang dimulai pukul 09.38 WIB dan dinyatakan batal oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada pukul 11.00 WIB. Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa mengatakan sidang ditunda karena masalah koneksi internet yang mengakibatkan suara Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak didengar Rizieq. "Terpaksa sidang tidak bisa kita lanjutkan dengan alasan audio tidak terang dan jelas. Sidang kita lanjutkan Jumat (19/3/2021)," kata Suparman di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (16/3/2021).

Menurutnya masalah Rizieq Shihab tidak bisa mendengar suara JPU saat membacakan dakwaan fatal karena tidak mengetahui pasti tuntutan yang ditujukan kepada terdakwa.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published.