Ip Nuts Blog

Blog Ip Nuts Teknologi dan Informasi

Seorang istri di Nusa Tenggara Timur (NTT), IMP, membayar seorang ABG alias remaja, GNR (16), untuk melayani sang suami, AD. Tindakan nekat IMP ini dilakukan untuk memenuhi nafsu AD yang ingin berhubungan bertiga. Diketahui, IMP berupaya membujuk GNR yang saat itu butuh pekerjaan untuk memenuhi permintaannya.

IMP pun menjanjikan korban sejumlah uang jika bersedia memenuhi permintaannya. Aksi cabul IMP dan AD terhadap korban dilakukan beberapa kali di sebuah rumah di Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kota Kupang pada 2020 lalu. Saat melakukan aksinya, AD mengajak korban untuk berhubungan badan sementara IMP menyaksikan keduanya.

Kemudian, AD berganti berhubungan dengan IMP dan korbandiminta untuk menyaksikan mereka. Setelahnya, IMP memberikan sejumlah uang pada korban. Tak tahan dirinya dicabuli, korban pun akhirnya melapor.

Kasus tersebut ditangani Direktorat Reskrimum Polda NTT. Dilansir , pelaku IMP dan AD yang sempat menjadi buron selama delapan bulan sejak Juli 2020, berhasil ditangkap pada Senin (22/3/2021) malam. Keduanya dijemput paksa di Desa Oepunu, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang karena tak mengindahkan surat panggilan pertama dan kedua dari penyidik Ditreskrimim Polda NYY.

Penangkapan IMP dan AD dilakukan sesuai laporan polisi nomor LP/B/289/VII/Res.1.w4/2020/SPKT tertanggal 14 Juli 2020. IMP dan AD disebut telah melanggar Pasal 81 Undang undang Perlindungan Anak. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Budhiaswanto, mengungkapkan saat ini kedua pelaku telah diperiksa dan ditahan.

"Keduanya sudah diperiksa dan ditahan di Mapolda NTT,” katanya, Selasa (23/3/2021), dilansir . Pada 2020 lalu, kasus hubungan bertiga di Sidoarjo, Jawa Timur sempat membuat geger publik. JEG (37), tega menjual istrinya WT (39) pada pria lain dengan layanan hubungan bertiga.

Keduanya diketahui merupakan pasangan suami istri asal Jombang. Dari hasil pemeriksaan diketahui, meski dijadikan komoditas seksual oleh sang suami, sang istri juga mengaku menikmati. Kepada petugas, WT mengaku awalnya malu malu dan canggung, tapi beberapa kali akhirnya dia sendiri menikmatinya.

Keduanya sudah berulang kali melakoni bisnis esek esek itu. Bahkan sampai luar daerah yakni Semarang, Surabaya, dan Sidoarjo. "Modusnya, pelaku pria berinisial JEG menawarkan layanan istrinya untuk dua orang laki laki lewat akun media sosialnya," kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra, Jumat (3/4/2020).

Polisi awalnya mendapat informasi dari media sosial tersebut. Dipantau, sampai terdeteksi pelaku sedang melayani pelanggan di sebuah hotel di Sidoarjo. Ketika digerebek petugas, ada tiga orang di dalam kamar.

Dua pria dan seorang perempuan yang sedang 'bermain' bersama di kamar hotel itu. "Satu dari dua pria itu adalah JEG. Dia suami dari si perempuan," lanjut Ambuka. Dari penggerebekan itu, petugas menyita beberapa alat bukti.

Termasuk alat kontrasepsi bekas pakai, tiga belum terpakai dan uang Rp 600.000. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, petugas menetapkan JEG sebagai tersangka. Karena dia sendiri yang telah menjual istrinya untuk melayani pria lain.

Dia dijerat Pasal 12 jo Pasal 2 UU no 21 tahun 2007 tentang human trafficking dan atau Pasal 296 KUHP tentang mempermudah tindakan cabul dan atau Pasal 506 tentang mucikari. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara. Dalam pemeriksaan, JEG mengaku sudah empat kali melakukan hal itu.

Pertama dan kedua di Semarang, ketiga di Surabaya dan satu di Sidoarjo. "Berawal dari media sosial. Kemudian lanjut ke hotel," jawabnya.

RELATED ARTICLES

Leave a Reply

Your email address will not be published.